Berpikir menuntut adanya kesadaran atas dasar objek yang dipikirkan dan merupakan salah satu perbedaan antara manusia dengan binatang. Hampir sama dengan ragu, berpikir juga menuntut adanya kesadaran pasti atas objek yang dipikirkan. Ketika anda meragukan suatu hal, itu sudah menunjukkan bahwa anda sedang melakukan aktifitas berpikir, karena ada sesuatu yang janggal atau membutuhkan pembuktian lebih lanjut. Manusia diciptakan serupa dengan sang pencipta yakni Tuhan Allah. Manusia memiliki indera penglihat yaitu mata untuk melihat suatu objek. Lantas, biasanya orang akan dengan cepat menyimpulkan bahwa mata adalah satu-satunya yang bertindak dan berperan untuk melihat objek yang dibaca. Padahal itu merupakan pemahaman yang salah. Mengapa salah? Sebab selain mata, masih ada unsur lain yang sangat berperan sehingga mata bisa menjalankan fungsinya dengan baik. Unsur itu dikenal dengan cahaya. Ya, disinilah pentingnya berpikir itu, sehingga kita tidak terlalu cepat menyimpulkan sesuatu tanpa memiliki pembuktian yang kuat.
Kebenaran memiliki tingkat rasional. Ya, sebab mana mungkin kita bisa menerima suatu kebenaran yang tidak rasional bukan? Contohnya saja, apakah anda akan menerima pernyataan yang mengatakan jika anda terlahir dari sebuah batu? Anda pasti akan berpikir, secara logika hal itu tidaklah mungkin karena batu adalah sebuah benda mati. Nah, disinilah pentingnya berpikir secara rasional. Dengan berpikir, kita mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar